Diam. Itulah yang aku lakukan saat ini. Diam, aku hanya bisa melakukan itu. Mengagumi dalam diam. Menyayangi dalam diam. Sakit hati pun tetap dalam diam. Mengapa aku melakukan semua dalam diam? Karena aku tau, siapa aku di sini, siapa peranku di sini, seberapa pentingnya aku di sini. Jadi aku lebih memilih diam. Cinta diam-diam memang identik dengan cinta sendirian. Hanya aku yang merasakan, hanya aku yang bertahan, hanya aku yang mendoakan. Dia tak akan pernah tau hal-hal semacam ini. Ditambah lagi statusnya yang memang sudah ada yang punya. Aku memang terlalu bodoh mengaguminya. Mengharap yang tidak pasti, yang tidak akan pernah terwujud, yang malah menyakitkan diriku sendiri. Tapi apalah daya, rasa tetaplah rasa yang merupakan anugerah yang harus dijaga. Bersyukur diberi rasa seperti ini. Semakin mendekatkan diri kepada Sang Pemilik, semakin sering berdoa. Aku tau aku hanya bisa memilikimu dalam imajinasiku saja. Aku hanya bisa memelukmu dalam doaku. Semoga doa-doa itu s...