Diam. Itulah yang aku lakukan saat ini. Diam, aku hanya bisa melakukan itu. Mengagumi dalam diam. Menyayangi dalam diam. Sakit hati pun tetap dalam diam. Mengapa aku melakukan semua dalam diam? Karena aku tau, siapa aku di sini, siapa peranku di sini, seberapa pentingnya aku di sini. Jadi aku lebih memilih diam.
Cinta diam-diam memang identik dengan cinta sendirian. Hanya aku yang merasakan, hanya aku yang bertahan, hanya aku yang mendoakan. Dia tak akan pernah tau hal-hal semacam ini. Ditambah lagi statusnya yang memang sudah ada yang punya. Aku memang terlalu bodoh mengaguminya. Mengharap yang tidak pasti, yang tidak akan pernah terwujud, yang malah menyakitkan diriku sendiri. Tapi apalah daya, rasa tetaplah rasa yang merupakan anugerah yang harus dijaga. Bersyukur diberi rasa seperti ini. Semakin mendekatkan diri kepada Sang Pemilik, semakin sering berdoa.
Aku tau aku hanya bisa memilikimu dalam imajinasiku saja. Aku hanya bisa memelukmu dalam doaku. Semoga doa-doa itu sampai kepadamu. Tak tau diri memang aku ini. Dia yang sudah jelas-jelas punya pacar tetap saja aku kagumi, bukan hanya kagum, tapi mulai menjadi sayang. Aku takut rasa itu terus berkembang tak henti-henti. Menerjang kesalahan yang kubuat sendiri. Kesalahan hati yang membuat seperti ini. Aku begitu saja membukakan hati yang rapuh ini untuk dia yang mengetuk pintu hatiku dengan tidak sengaja dan tidak bermaksud apa-apa.
Sebenarnya aku tidak mau seperti ini, mengagumi orang yang tidak akan pernah bisa membalas rasa kekagumanku. Seperti menunggu bus di stasiun, tidak akan pernah lewat sampai kapanpun. Menyadari hal itu, tetapi tidak lantas pergi. Aku tetap berdiri di stasiun itu mengharap ada bus yang lewat. Terlalu bodoh. Memang.
Tak apa, aku tidak harus memilikimu. Cukup melihatmu diam saja aku sudah bahagia. Bahagia lagi jika kamu tersenyum padaku atau menatapku sejenak. Rasanya ingin aku mengatakan sejujurnya padamu. Tapi tak mungkin. Teruslah tersenyum dan menatapku seperti itu, sampai aku bosan sendiri. Tapi aku tak tau kapan bosan itu akan datang. Semoga saja tak ada rasa bosan yang datang padaku. Aku ingin melihat senyummu dan tatapanmu hingga nanti.
Teruntuk, orang yang tak akan pernah mengerti perasaanku. Maafkan aku yang terlalu berlebihan mengagumimu. Maafkan aku jika aku mengganggumu. Selamat malam❤
-5-Nov-2015-
-5-Nov-2015-

Comments
Post a Comment