Aku lelah. Jujur, lelah sekali. Semua yang aku miliki habis. Tenagaku, waktuku, pikiranku, dan uangku. Semua habis.
Aku mulai bosan, rutinitasku bisa kubilang terlalu ketat dan melelahkan. Aku tidak tahu apakah hanya aku yang merasakan atau yang lain juga. Mungkin hanya aku. Entahlah.
Terkadang keinginanku tidak sejalan dengan yang lain. Apalagi keinginanku memang aneh, dan tidak sinkron dengan yang lain. Setiap aku mengeluarkan pendapat, kadang tidak dihiraukan, ya mungkin memang tidak sejalan. Mungkin pikiranku terlalu dangkal dan 'terkesan' tidak memikirkan masa depan. Ya entahlah.
Senyumku memang selalu merekah, tapi itu adalah salah satu trik untuk menutupi kekecewaan hatiku. Aku merasa 'sedikit' tidak dihiraukan oleh beberapa orang. Iya memang benar aku sedikit lemot (baru-baru ini). Tapi tolong mengertilah, bantu aku memahami, jangan malah membentakku atau berkata keras padaku. Aku benci cara seperti itu. Aku memang terlihat tegar dan periang, tapi apa kamu tahu apa yang aku sembunyikan di dalam hatiku? Ah, kamu tidak perlu tahu.
Beban pikiranku sedang menumpuk. Aku lelah, aku capek, aku ingin istirahat. Kenapa rutinitasku tidak mengenal hari libur? Kenapa aku harus menjalani rutinitas itu? Kenapa aku masuk dalam rutinitas itu?
Kenapa? Kenapaaaaa?!!!
Aku sungguh lelah sekali. Aku ingin teriak sekencang mungkin. Tapi aku tidak bisa. Sebenarnya aku bisa, tapi aku masih punya sedikit kesabaran lagi.
Tapi, berapa lama lagi aku harus sabar?
27 Februari 2016.
19:37.
Comments
Post a Comment